Langsung ke konten utama

Naskah drama berjudul : KUALAT

Hai sobat semua, aku mau berbagi naskah drama lagi nih, ini drama ke dua yang aku post kan di blog ini. dulu drama ini aku tulis buat tugas sekolah. selamat membaca !!!


 KUALAT
Oleh: RENI

Suatu hari Bryan di datangi tamu yang tak di undang nya,tamu kumal yang entah darimana datangnya.Bryan seorang anak politisi terkenal itu merasa risi dengan kedatangan orang kumal itu kerumah mewahnya.

Sutinah: “Nak,tolong Ibu”<Dengan muka memalas>
Bryan: “Menjauh dariku”<semakin risi>
Sutinah; “Ibu bukan pengamis tapi ibu butuh bantuan,nak.Tolong Ibu”
Bryan; “Bukan urusan saya,pergi atau saya akan usir paksa”
Sutinah; “tolong ibu nak,anak ibu sakit parah,tolong bantu ibu antar kerumah sakit saja”
Bryan: “saya tidak perduli,mau anak ibu sakit atau apapun itu,bukan urusan saya”
Maya: “ibu kepala saya sakit, rasanya berat sekali” <memegang kepala>
Sutinah: “kamu sabar may,kita akan pergi kerumah sakit,dek ibu mohon tolong ibu satu kali ini saja”
Bryan: “saya bilang pergi dan saya tak perduli.pak kusss!!!” <berteriak kencans sekali>
Pak kusnadi: “<datang dengan sangat terburu-buru> iya den, ada apa?”
Bryan; “usir mereka,berani sekali dtang ke rumah ini”
Pak kusnadi: “tapi den,kasian mereka,”
Bryan: “Usir mereka atau kamu yang saya usir” <menunjuk >”
Pak kusnadi:”ah,baik-baik den akan saya usir,saya tidak ingin di pecat den”
Sutinah: “tapi nak,ibu mohon sekali saja tolong ibu nak!!”
Bryan: “pak kus cepat usir!!”
Pak kusnadi: “baik-baik” <menyeret mereka berdua keluar dari halaman rumah itu>
Sutinah: ”tolong pak sekali saja,tolong saya” <memohon>
Pak kusnadi:”maaf saya tidak ingin di pecat,ibu cepat pergi”

Pak kusnadi akhirnya mengusir  mereka sesuai perintah majikannya.
Sesaat kemudian seorang pemuda datang kerumah Bryan,Budi teman kuliah Bryan datang mengunjungi karena ada urusan kuliah yang harus di selesaikan,jika tidak di kunjungi anak seperti Bryan takkan mau menyelesaikan tugas kuliah nya.

Budi:”pak kus,tidak baikk mengusir orang seperti itu”
Pak kusnadi:”maaf saya hanya menjalankan tugas saja”<pergi berlalu>

Bryan yang masih mematung di ambang pintu melihat apa yang di lakukan Budi,ingin sekali Bryan tak ingin menggubrisnya,tapi Budi temannya itu malah menolong nya.Merasa risi dengan apa yang dilakukan temannya itu akhirnya Bryan menghampiri merek yang masih berdiri di pagar rumah nya itu.

Bryan:”heh, anak so baik,orang miskin ko di urusin”
Budi:”orang minta tolong malah di usir,tega banget sih kamu”
Bryan:”udah tahun brapa skrang? Orang miskin malah di kasihanin”
Budi:”memberi bantuan saja apa susahnya sih?”
Bryan:”ah banyak omong lu,”<pergi berlalu>

Sementara itu sutinah dan anak nya masih mematung di gerbang pintu pagar rumah Bryan

Budi:”maafkan teman saya bu,dia mungkin sedang tidak enak pikiran”
Maya:”Bu,kepala maya makin sakit”<memegang kepala>
Sutinah;”Dek,ibu mohon sekali saja tolong ibu,kasihanin anak ibu nak”
Budi:”apa yang bisa saya bantu untuk ibu?”
Sutinah:”Tolong antarkan ibu kerumah sakit nak.Anak ibu sudah 3 hari meringis kesakitan”<memohon>
Budi:”Baik,akan saya antar.Mari ikut saya bu”
Sutinah:”baik sekali kamu nak,terima kasih”
Budi:”jangan sungkan-sungkan bu,bukankah kita sesama manusia harus saling menolong”
Sutinah:”tuhan akan membalas kebaikan mu nak”<wajah berseri>

Budi memang anak yang baik,Bu sutinah akhirnya merasa lega dengan penawaran bantuan dari Budi.Budi akhirnya mengantarkan Sutinah ke rumah sakit,tidak hanya itu Budi membayar semua pengobatan Mayan hingga kondisi maya kembali ke sedia kala seperti hari-hari sebelumnya.

(….2….)
Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu,Budi kembali mengunjungi rumah Bryan karena tugas kuliah yang sama yang masih belum di selesaikannya,pagi tadi dia tak sempat mengunjungi Bryan karena urusan mengunjungi Bu Sutinah yang kini rutin ia jenguk setiap hari.
Belum saja dia masuk ke rumah Bryan,di pagar depan dia berpapasan dengan Bryan yang sepertinya terburu-buru akan pergi.Bryan menyadari kedatangan Budi yang tak ia harapkan.

Bryan: “ada urusan apa lagi,datang ke rumah gua” <dengan muka memalas>
Budi: “nih tugas kuliah yang minggu lalu gak selesai-selesai”
Bryan: “Gak liat gua ada urusan,gua lagi buru-buru”
Budi: “pentingan mana? Kuliah apa urusan lu yang gak penting itu”
Bryan: “Baru nolong orang miskin aja udah sok bener lu, kenapa gak sekalian aja lu beresin tugas gua”
Budi: “kapan mau hidup bener kalo kerjaan lu Cuma maen doang,kualat baru tau rasa”
Bryan: “persetan dengan kualat, kalo mau hidup sok bener jangan bawa-bawa gua” <menggeber motor gede nya>
Budi: “hidup Cuma satu kali yan,apa salah nya benerin hidup”
Bryan: “ah,,males gua ngmong sama orang kaya lu, benerin aja hidup lu sendiri. Hidup gua ya terserah gua”
Budi:”jangan salah kan orang lain kalo akhirnya kuliah lu gk lulus-lulus.”
Bryan: “kuliah gak lulus saja di bikin repot”

Bryan dengan sangat kesal meninggalkan halaman rumahn ya,sementara budi masih mematung di sana melihat Bryan pergi dengan sangat terburu-buru.Dia makin heran dengan apa yang dilakukan teman nya itu.Saking marah dan terburu-burunya bryan mengendarai motor gedenya,selang beberapa detik petaka menghampiri Bryan,Bryan kehilangan kendali motor yang di kendarainya menghantam Trotoar  naas banginya,Bryan tidak berhasil di selamatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Drama berjudul: “Kena batunya”

hai sobat !!!  Drama berjudul "KENA BATUNYA" ini merupakan naskah drama pertama yang aku bagikan di blog ini.  Drama di bawah ini merupakan drama bergendre komedi yang dilatar belakangi lingkungan sekolah masa kini. selamat membaca !!! KENA BATUNYA Oleh: RENI Suatu pagi di hari senin di sebuah sekolah menengah kejuruan seorang dengan rambut rapih dan kacamata minya berjalan pelan dengan mata menunduk memandang tali sepatu nya.berjalan pelan seperti menghitung tiap langkah yang dilaluinya. Riang bergembira melangkahkan kaki dengan wajah berbinar ceria. Siswa 1 ( rahmat): “you are beautiful,beautiful,beautiful kamu cantik-cantik dari hatimu” (bernyanyi riang gembira) Tiba tiba Tiga sekawan datang menghampirinya,mereka geng di sekolah menengah tersebut. Mereka bertiga mencegah langkah murid tersebut berencana meminta uang pada murid tersebut. Siswa 2 (ketua gank=cacing): “wish nyanyi-nyanyi riang gembira pasti lagi seneng nih” Siswa 3 (dudung): “yoi,, orang ...

Cerpen : BINTANG

Hai sobat aku mau post cerpen pertama di blog ini, cerpen ini juga merupakan cerpen pertama yang aku buat. selamat membaca !!! BINTANG By:RENI Aku masih terduduk sendiri di ujung  kasur di ruangan kamar ini,catatan itu aku tak mau melihatnnya lagi. Mata lembabku masih tertuju ke sebrang jendela kamarku berharap jendela di sebrang itu akan terbuka seperti biasanya. *** Bintang berada dua atau tiga langkah di belakang Alan, sudah menjadi satu kesenangan baginyaberjalan seperti ini. Melihat punggung nya dari belakang tanpa  Alan tau. Alan berjalan ceria didepannya,  walau  Bintang  tak  melihat  raut  wajahnya,  tapi  sudah  bisa  di  tebak  bertapa  riang gembiranya Alan kali ini. Bertapa tidak Malam ini ia mendapatkan undangan makan malam dari Soraya, makan malam sebagi perayaan ulang tahunnya yang ke 20 tahun. Malam nanti mungkin akan menjadi malam terbaik yang di miliki Alan dalam hidupnya kar...